Aksesori & Lainnya

10 Rekomendasi Wireless Mouse Terbaik

Sanofi IA x PickyBest

Wireless mouse adalah periferal esensial untuk orang yang sering menggunakan laptop di luar rumah. Untuk PC desktop pun, konektivitasnya yang tanpa kabel membuat setup lebih rapi. Tidak heran, banyak orang yang mulai mengganti wired mouse mereka ke wireless mouse.

Logitech, Razer, dan Corsair adalah tiga dari banyak brand wireless mouse ternama. Agar tidak pusing memikirkan harus pilih yang mana, kami akan menjabarkan cara memilihnya di artikel ini. Kami juga menyajikan sepuluh produk pilihan terbaik yang ada di pasaran saat ini. Langsung mulai, yuk!

Cara Memilih Wireless Mouse

Agar dapat disebut produk yang baik, ada beberapa kriteria yang perlu dipenuhi sebuah wireless mouse, di antaranya adalah kesesuaiannya dengan jenis pemakaian user, tipe koneksi, tipe baterai, bentuk dan ukuran, serta kepekaan sensor.

Sesuaikan dengan Jenis Pemakaian Anda

Tidak semua wireless mouse dibuat setara. Sekalipun harganya sama, beberapa wireless mouse mungkin memiliki perbedaan desain yang menghasilkan fungsionalitas berbeda pula. Hal ini dilakukan demi memfasilitasi variasi jenis pemakaian user.

Sebab itu, jenis pemakaian merupakan faktor penentu yang harus Anda pertimbangkan paling dulu sebelum membeli wireless mouse. Secara mendasar, kita dapat menggolongkannya menjadi dua jenis pemakaian:, yakni gaming dan non-gaming.

Gaming

Beberapa tahun lalu, para gamer memandang wireless mouse sebelah mata akibat teknologinya yang menyisakan masalah latensi tinggi penyebab input lag signifikan. Beruntungnya buat kita, modern ini masalah tersebut sudah teratasi.

Performa wireless gaming mouse keluaran baru—setidaknya dari brand-brand bereputasi—sama kencang dan konsisten seperti mouse berkabel. Dampaknya, memilih mouse yang wired atau wireless hanya sebatas soal preferensi saja.

Mulailah dengan pertanyaan-pertanyaan seperti: seberapa terganggu Anda dengan cable drag pada wired mouse? Apakah Anda orang yang malas gonta-ganti baterai atau isi ulang daya? Serta pertanyaan-pertanyaan lain yang berkaitan dengan karakteristik kedua jenis mouse dan kesesuaiannya dengan preferensi Anda.

Seperti sudah disinggung, performa wireless gaming mouse lebih kencang dan konsisten. Latensi rendah, rentang sensitivitas dots per inch (DPI) lebar, dan konektivitasnya mulus. Bentuk dan ukurannya bervariasi tapi umumnya memiliki bobot lebih berat sehingga kalah nyaman dibawa bepergian. Gaming mouse dilengkapi pula oleh jumlah tombol yang banyak dan—yang dipuja semua gamer–lampu RGB!

Kalau Anda rutin main gimterutama yang kompetitif, jangan ragu menginvestasikan dana lebih pada wireless gaming mouse berkualitas. Tetapi kalau Anda tidak suka main gim, sudah punya mouse gaming bagus, atau hanya perlu mouse sederhana untuk digunakan di luar rumah, lebih baik pilih mouse non-gaming saja.

Non-gaming

Selain harganya lebih murah, fitur pada wireless mouse non-gaming juga simpel. Tapi, jangan salah sangka, banyak juga mouse di varian ini yang memiliki tambahan fitur unik. Misalnya, kemampuan untuk terhubung dengan lebih dari satu perangkat sekaligus yang memudahkan multi-tasking pada perangkat terpisah.

Di samping itu, wireless mouse non-gaming memiliki ukuran lebih kecil, bobot ringan, serta tidak kebanyakan tombol. Alhasil, lebih nyaman dibawa bepergian. Minusnya, mouse seperti ini punya latensi yang cukup tinggi jika dibandingkan tipe gaming. Untungnya, kekurangan ini tidak akan jadi masalah selama tidak main gim.

Periksa Tipe Koneksinya

Selanjutnya, Anda perlu memeriksa wireless mouse bertipe koneksi mana yang paling tepat untuk perangkat Anda. Bluetooth atau radio frequency (RF)? Tiap produk bisa mengimplementasikan salah satu tipe koneksi ataupun keduanya. Jadi, periksa sebelum membeli, ya!

Bluetooth

Bluetooth mouse hanya dapat digunakan pada perangkat yang memiliki sambungan bluetooth. Koneksi bluetooth keduanya tinggal dipasangkan dan mouse langsung dapat dipakai. Tipe koneksi ini memang cukup praktis. Konsumsi energinya juga efisien, tidak perlu sering mengisi daya atau ganti baterai.

Bluetooth mouse lebih ringkas karena tidak perlu tambahan USB receiver (kadang juga disebut “dongle”) seperti pada koneksi RF. Alhasil, mampu pula menyambung dengan perangkat yang tidak punya port USB-A seperti tablet dan mobile devices lainnya.

Wireless mouse dengan tipe koneksi bluetooth lebih cocok untuk Anda yang sering bepergian karena tidak usah khawatir dongle-nya hilang. Sesuai pula kalau Anda ingin menggunakannya di beberapa perangkat sekaligus. Karena, tidak seperti mouse RF yang hanya bisa terhubung dengan perangkat yang tersambung dongle, bluetooth mouse dapat di-pair dengan beberapa koneksi bluetooth sekaligus.

Di sisi lain, Anda yang berencana menggunakannya untuk PC di rumah mungkin akan dibuat sedikit repot karena harus pairing tiap kali boot. Selain itu, latensi bluetooth mouse umumnya lebih tinggi, sehingga wireless gaming mouse lebih banyak mengandalkan koneksi RF.

Radio frequency

Seperti namanya, wireless mouse ini memanfaatkan frekuensi radio 2.4 GHz. Koneksinya terjalin antara mouse dengan dongle yang terpasang di port USB komputer, menghasilkan sambungan yang minim intervensi. Hasilnya, latensi lebih rendah dan performa lebih konsisten.

Akibat latensinya rendah, tidak mengherankan kebanyakan wireless gaming mouse mengandalkan tipe koneksi ini. Ketika pertama dipakai, ada yang tinggal plug & play, dan ada pula yang harus instal driver dulu. Kustomisasi fitur juga lebih banyak dengan didukung dedicated software.

Meski superior untuk gaming, performa konektivitas ini relatif sama saja dengan bluetooth. Sebab, latensi rendah dan keunggulan teknis lainnya tidak begitu relevan pada pemakaian reguler. Maka itu, minusnya relatif hanya terletak pada dongle berukuran kecil yang mungkin mudah hilang kalau Anda kurang hati-hati saat membawanya ke luar ruamah.

Periksa juga Tipe Baterainya, Apakah Bisa Diisi Ulang atau Tidak?

Sebagai ganti pasokan daya dari komputer lewat jalur kabel, wireless mouse memanfaatkan baterai. Baterai yang digunakan ada banyak macamnya. Pada produk kelas harga menengah ke bawah, jenis yang paling umum digunakan adalah baterai alkalin AA dan AAA.

Efisiensi dayanya bervariasi, tergantung kecanggihan teknologi mouse itu sendiri. Tetapi, baterai seperti ini biasanya dapat bertahan berbulan-bulan, bahkan setahun lebih. Namun, karena tak bisa diisi ulang, setiap kali habis Anda harus membeli baru di toko. Untunglah harganya tak mahal.

Kemudian, ada pula wireless mouse yang menggunakan baterai internal seperti lithium-ion dan lithium polymer (LiPo). Baterai seperti ini bisa diisi ulang, sehingga dayanya hanya bertahan beberapa hari saja. Pada aspek ini, baterai internal lebih unggul karena dayanya akan terisi otomatis tiap kali tersambung kabel. Hasilnya, Anda mungkin takkan pernah mengalami kehabisan baterai di tengah penggunaan.

Pilih yang Bentuk dan Ukurannya Nyaman di Tangan

Bentuk mouse bukan semata-mata perihal estetika. Tiap lekukan di permukaan bodi berkontribusi pada kenyamanannya. Tapi nyaman saja tidak cukup, mouse juga harus terasa natural di tangan. Jika terdapat lebih dari dua tombol, pastikan posisinya dapat terjangkau dengan mudah, serta tidak terasa canggung saat ditekan.

Perhitungkan juga apakah ukurannya terasa pas di tangan. Meski memang, tidak seperti pakaian, tiap produk mouse hanya punya satu ukuran saja. Sebab itu, jika perlu, datanglah ke toko aksesori komputer untuk merasakan genggaman mouse sasaran Anda secara langsung.

Bertangan Kidal? Pilih yang Ambidextrous!

Orang yang dominan tangan kanan sangat disarankan untuk memilih mouse yang didesain khusus untuk tangan kanan. Sebabnya, desain spesifik ini menambah ergonimika, yang perbedaannya akan cukup terasa saat gaming. Lantas, bagaimana dengan Anda yang dominan tangan kiri alias kidal?

Sayangnya, cukup jarang ada mouse—baik wired atau wireless—yang secara khusus didesain untuk tangan kiri. Alternatifnya, Anda dapat memilih mouse berbentuk ambidextrous dengan desainnya yang simetris. Tidak ada lekukan yang sengaja dibuat untuk mengakomodasi tangan tertentu. Alhasil, mouse dapat dipakai di tangan kanan maupun di tangan kiri dengan sama baiknya.

Pastikan Sensornya Bisa Diandalkan

Terakhir, kita perlu membahas aspek yang berperan paling besar dalam menentukan performa mouse, yaitu sensor. Sensor adalah komponen di dalam mouse yang melontarkan dan menangkap cahaya untuk membaca posisi mouse di atas permukaan. Kalau sensornya jelek, gerakan yang terbaca bisa tidak akurat.

Ada dua jenis cahaya yang dilontarkan sensor, yakni optik dan laser. Karena keluar belakangan, sensor laser memiliki teknologi yang lebih canggih. Resolusi sensor atau sensitivitasnya lebih besar (diukur dalam DPI), serta tetap berfungsi baik pada beragam permukaan, termasuk yang transparan seperti kaca.

Di sisi lain, mouse dengan sensor optik menuntut permukaan yang rata dan kesat seperti meja atau mouse pad. Sebab itulah, kebanyakan wireless gaming mouse tetap menggunakan sensor optik karena sudah tentu akan digunakan di atas mouse pad. Alhasil, tidak perlu keluar dana lebih banyak untuk membeli mouse bersensor laser yang harganya tergolong mahal.

Selain jenis sensornya, Anda juga harus memeriksa besar DPI yang didukung sensor tersebut, dan apakah ada tingkatannya. Untuk kebutuhan gaming, DPI-nya harus memiliki tingkatan, dengan fokus lebih pada tingkat yang kecil. Pasalnya, DPI rendah menghasilkan kontrol dan presisi lebih yang esensial untuk gim-gim ber-genre shooter.

Sementara itu, DPI tinggi menjadi prioritas kalau Anda menggunakan setup dengan monitor besar atau multi-monitor. Sedangkan jika hanya digunakan untuk kebutuhan biasa, seperti untuk traveling, DPI dapat sepenuhnya Anda abaikan.

10 Rekomendasi Wireless Mouse Terbaik

Sudah siap belanja? Di bagian ini kami telah mengumpulkan sepuluh wireless mouse terbaik dari berbagai merek. Pilih sambil mempertimbangkan aspek-aspek yang sudah kami jelaskan di atas, ya!

1. Logitech M331 Silent Plus

Sumber: Logitech.com

Menghasilkan suara klik yang 90 persen lebih hening dari mouse biasa

Bila Anda seorang mahasiswa yang rajin mengerjakan tugas di perpustakaan, Anda memerlukan wireless mouse yang hening. Bunyi klik yang dihasilkan mouse ini 90 persen lebih hening dari mouse biasa, sehingga tidak akan mengganggu sejawat lain yang sedang konsenterasi di perpustakaan. Selain itu, Logitech M331 juga memiliki bentuk ergonomis. Terasa nyaman di tangan meskipun harus berjam-jam bikin tugas.

7 Alasan untuk Membeli Produk:

  • Sehening klaimnya.
  • Baterai tahan lama.
  • Ada lampu indikator yang menyala ketika baterai mau habis.
  • Tinggal plug & play tanpa perlu instal apapun.
  • Terdapat lapisan karet yang teksturnya enak di telapak tangan.
  • Relatif cukup murah.

4 Pertimbangan sebelum Membeli Produk:

  • Tidak bisa digunakan orang bertangan kidal.
  • Bagian scroll tidak sepenuhnya hening.
  • Setelah dipakai lama, suara klik terdengar lebih kencang.
  • Ukurannya mungkin terlalu kecil untuk beberapa orang.
Tipe koneksi RF 2.4 GHz
Baterai 1 x AA (non-rechargeable)
Resolusi sensor 1.000 DPI
Kisaran harga Rp299.000

2. Logitech G Pro X Wireless Gaming Mouse

Sumber: Tokopedia.com

Salah satu wireless gaming mouse terbaik yang beredar saat ini!

Ucapkan selamat tinggal pada gaming mouse berkabel Anda. Gantilah pakai Logitech G Pro X yang bebas kabel dan memberikan performa setara, kalau tak lebih baik. Bagaimana tidak, Logitech telah mengimplementasikan sensor termutakhir mereka di sini: HERO 25K. Hasilnya, kursor tetap akurat mesti digerakkan sangat cepat. Begitu nyaman mendukung pertempuran paling intens di gim FPS maupun MOBA.

Range DPI-nya juga sangat lebar mulai dari 100 sampai 25.600, menjadikannya cukup serbaguna untuk dikondisikan sesuai gaya bermain tiap orang, termasuk pula untuk kebutuhan non-gaming. Tidak heran, streamer papan atas sekaligus pemain e-sports sekelas s1mple pun menggunakan wireless mouse ini!

7 Alasan untuk Membeli Produk:

  • Sensor yang sempurna.
  • Latensi sangat minim.
  • Memiliki desain ambidextrous.
  • Baterai tahan sekitar 70 jam. Pengecesan pun cepat.
  • Bobot super ringan.
  • Software pendukung yang menawarkan kostumisasi menyeluruh.
  • Nyaman untuk semua ukuran tangan.

Pertimbangan sebelum Membeli Produk:

  • Harganya mungkin agak mahal untuk beberapa kalangan.
Tipe koneksi RF 2.4 GHz
Baterai LiPo (rechargeable)
Resolusi sensor 100 – 25.600 DPI
Kisaran harga Rp2.249.000

3. Logitech MX Master 2S

Sumber: Logitech.com

Wireless mouse yang membantu Anda makin produktif

Pekerjaan mungkin menuntut Anda untuk mengoperasikan beberapa komputer sekaligus. Jika demikian, permudah pengoperasiannya dengan Logitech MX Master 2S ini. Anda dapat bertransisi dari PC ke PC hanya dengan satu mouse. Bahkan, dapat pula melakukan copy-paste teks dan file dengan mudahnya.

Scrolling dokumen menjadi lebih intuitif karena selain scroll wheel atas-bawah biasa, Logitech juga menambahkan fitur scroll kanan-kiri yang dioperasikan dengan ibu jari. Hebatnya lagi, pengoperasian jadi makin praktis karena mouse ini dapat bekerja di atas permukaan apapun!

7 Alasan untuk Membeli Produk:

  • Mendukung koneksi bluetooth dan RF 2.4 GHz dengan dongle.
  • Ergonomis, tidak membuat pegal meski digunakan berjam-jam.
  • Ada thumb rest.
  • Material plastik terasa kokoh.
  • Tingkat DPI dapat diganti.
  • Tersedia tombol-tombol tambahan yang fungsinya dapat dikostumisasi.
  • Kompatibel di Windows maupun macOS.

4 Pertimbangan sebelum Membeli Produk:

  • Ukuran cukup besar, mungkin kurang nyaman untuk yang bertangan kecil.
  • Bobot berat, tidak nyaman dibawa-bawa.
  • Tidak bisa digunakan orang yang bertangan kidal.
  • Walaupun tersambung kabel, tetap harus terkoneksi secara wireless.
Tipe koneksi Bluetooth dan RF 2.4 GHz
Baterai LiPo (rechargeable)
Resolusi sensor 200 – 4.000 DPI
Kisaran harga Rp1.120.000

4. Microsoft Modern Mobile Mouse

Sumber: Microsoft.com

Sederhana, kapabel, dan leluasa dibawa bepergian

Apakah Anda senang bekerja di tempat-tempat seperti kafe atau co-working space? Agar sama efisiennya seperti bekerja di kantor, Anda perlu wireless mouse yang mumpuni tapi juga gampang dibawa-bawa. Microsoft Modern Mobile Mouse adalah jawabannya.

Bentuknya tipis dan bobotnya enteng, leluasa di taruh dalam tas tanpa menghabiskan tempat. Tidak ada dongle yang rentan hilang karena koneksinya pakai bluetooth. Tak perlu pula repot membawa mouse pad karena produk ini dapat bekerja baik di segala jenis permukaan.

6 Alasan untuk Membeli Produk:

  • Build quality sangat baik.
  • Pairing bluetooth mudah dan cepat.
  • Baterai tahan lama.
  • Desain ambidextrous.
  • Harga relatif murah jika mempertimbangkan kualitasnya.
  • Tersedia beberapa pilihan warna.

2 Pertimbangan sebelum Membeli Produk:

  • Ukurannya yang kecil mungkin kurang nyaman untuk yang tangannya besar.
  • Fungsionalitas tergolong basic karena tak banyak fitur tambahan.
Tipe koneksi Bluetooth 4.2
Baterai 2 x AA (non-rechargeable)
Resolusi sensor 1.000 DPI
Kisaran harga Rp469.000

5. Apple Magic Mouse 2

Sumber: Apple.com

Wireless mouse terbaik untuk perangkat Apple

Tidaklah mengherankan kalau wireless mouse terbaik untuk komputer Apple adalah Apple Magic Mouse 2. Selain estetikanya yang terasa khas Apple, fitur yang terimplementasi juga selaras dengan workflow perangkat Apple. Misalnya saja, permukaan touch sensitive-nya yang berfungsi sebagai pengganti scroll wheel.

Mengingat komputer Apple yang memang lebih andal untuk keperluan multimedia, melakukan scroll di permukaan ini terasa lebih intuitif daripada scroll wheel biasa. Pasalnya, kita bisa melakukan scroll vertikal dan horizontal di permukaan yang sama, tidak seperti mouse biasa yang memerlukan dua scroll wheel berbeda.

6 Alasan untuk Membeli Produk:

  • Desain compact dan ambidextrous.
  • Build quality kokoh tapi bobotnya ringan. Mendukung portabilitas maksimal.
  • Tidak perlu digunakan di atas mouse pad.
  • DPI cukup besar untuk digunakan di iMac.
  • Suara klik yang hening.
  • Baterai dapat dicas.

4 Pertimbangan sebelum Membeli Produk:

  • Harga relatif cukup mahal.
  • Latensi tinggi. Tak cocok untuk gaming.
  • Hanya nyaman digunakan dengan fingertip grip.
  • Kurang nyaman digunakan dalam durasi panjang.
Tipe koneksi Bluetooth
Baterai Baterai internal (rechargeable)
Resolusi sensor 1.300 DPI
Kisaran harga Rp1.599.000

6. HP Z3700 Wireless Mouse

Sumber; Store.hp.com

Performa oke yang tak bikin kantong kering

Meski tanpa fitur macam-macam, HP Z3700 worth it dengan harganya yang di bawah 200 ribuan. Sensor cukup presisi dengan resolusi 1.200 DPI yang pas digunakan untuk PC desktop. Ukurannya pun minimalis dan tipis, bisa masuk saku pakaian.

Performa baterai mouse ini cukup hebat dengan klaim daya tahan hingga 16 bulan. Menariknya, meski daya tahannya selama itu, baterai AA yang diperlukan cukup satu saja.

4 Alasan untuk Membeli Produk:

  • Desain ambidextrous dan compact.
  • Sensasi klik yang mulus dan tidak berisik.
  • Tinggal plug & play tanpa instalasi program tambahan.
  • Berfungsi baik di beragam permukaan, termasuk kaca.

2 Pertimbangan sebelum Membeli Produk:

  • Ukuran agak kecil.
  • Bentuk kurang ergonomis, mudah bikin pegal kalau dipakai lama.
Tipe koneksi Wireless 2.4 GHz
Baterai 1 x AA (non-rechargeable)
Resolusi sensor 1.200 DPI
Kisaran harga Rp166.000

7. Corsair KATAR PRO Wireless Gaming Mouse

Sumber: Corsair.com

Di harganya yang terjangkau, telah mencakup seluruh aspek esensial mouse gaming

Wireless gaming mouse tidak perlu mahal. Corsair KATAR PRO adalah salah satu contohnya. Di harga 500 ribuan, performa produk ini cukup baik dengan latensi rendah. DPI dan polling rate-nya juga dapat disesuaikan sesuai preferensi.

Lalu, tidak seperti mouse gaming kebanyakan, produk ini cukup nyaman dibawa bepergian karena ukurannya kecil. Terdapat pula tempat untuk menaruh dongle supaya tidak kelupaan terbawa, apalagi hilang.

6 Alasan untuk Membeli Produk:

  • Terdapat 6 tombol yang bisa dikostumisasi.
  • Daya tahan baterai cukup lama.
  • Latensi rendah untuk kelancaran gaming kompetitif.
  • Desain ambidextrous.
  • Build quality yang bagus.
  • Kompatibel dengan Windows dan macOS.

2 Pertimbangan sebelum Membeli Produk:

  • Tidak bisa dicas karena pakai baterai AA.
  • Cenderung kurang nyaman untuk yang bertangan besar.
Tipe koneksi Bluetooth
Baterai 1 x AA (non-rechargeable)
Resolusi sensor Sampai 10.000 DPI
Kisaran harga Rp499.000

8. Razer Viper Ultimate

Sumber: Razer.com

Satu lagi wireless gaming mouse terbaik yang beredar saat ini!

Bersama Logitech G Pro X, Razer Viper Ultimate menduduki tahta wireless gaming mouse terbaik yang beredar saat ini. Malah, mouse ini disebut-sebut lebih baik dari produk unggulan Logitech tersebut. Misalnya pada latensi yang lebih rendah dan tingkat tracking speed lebih tinggi (walau memang selisihnya sangat kecil sehingga kita kemungkinan besar takkan merasakannya), serta daya tahan baterai yang lebih lama.

Secara keseluruhan, performa Viper Ultimate sama sempurnanya dengan G Pro X. Harganya pun kurang lebih sama. Di samping itu, produk ini juga banyak dipakai atlit esports, salah satunya TACO, pemain CS:GO profesional yang saat ini bernanung di bawah tim GODSENT.

8 Alasan untuk Membeli Produk:

  • Sensor sempurna.
  • Grip mantap dan nyaman.
  • Desain ambidextrous.
  • Tombol yang bisa dikostumisasi.
  • Pengecasan lewat dock yang unik dan terlihat keren.
  • Kabel enteng dan fleksibel sehingga nyaris sama nyamannya seperti ketika dipakai wireless.
  • Dukungan software yang memungkinkan kostumisasi menyeluruh.
  • Tekstur permukaan yang tidak menyisakan bekas genggaman.

Pertimbangan sebelum Membeli Produk:

  • Harganya mungkin relatif mahal untuk beberapa gamer.
Tipe koneksi Bluetooth
Baterai Baterai internal (rechargeable)
Resolusi sensor Sampai 20.000 DPI
Kisaran harga Rp2.399.000

9. Razer Basilisk X HyperSpeed

Sumber: Razer.com

Alternatif wireless gaming mouse Razer yang tak menguras kantong

Apakah Anda naksir dengan Viper Ultimate tapi budget tak cukup? Kalau begitu, ambil saja seri Basilisk X HyperSpeed ini. Performanya memang tak setara, tapi tergolong sangat baik di kelas harganya. Terlihat dari desain ergonomis dengan tambahan thumb rest untuk meningkatkan kenyamanan, serta latensi klik yang minim.

Minus terbesar dari wireless mouse ini—yang sebenarnya juga tak begitu penting—adalah absennya lampu RGB. Hal ini sengaja Razer lakukan demi memaksimalkan daya tahan baterai yang diklaim mencapai 450 jam pada mode bluetooth dan 285 jam pada mode RF lewat sambungan dongle.

7 Alasan untuk Membeli Produk:

  • Absennya RGB membuatnya tidak terlihat norak jika dibawa bepergian.
  • Makin enak dibawa bepergian karena ada tempat khusus menaruh dongle.
  • Mendukung koneksi bluetooth dan RF 2.4 GHz.
  • 6 tombol yang bebas dikustomisasi.
  • Grip yang terasa nyaman di tangan.
  • Harga kompetitif di kelasnya.
  • Dapat menjadi alternatif sebagai mouse multimedia.

3 Pertimbangan sebelum Membeli Produk:

  • Khusus untuk yang dominan tangan kanan.
  • Suara klik agak berisik.
  • Tak ada lampu RGB.
Tipe koneksi Bluetooth dan RF 2.4 GHz
Baterai 2 x AAA (non-rechargeable)
Resolusi sensor 16.000 DPI
Kisaran harga Rp699.000

10. Rexus Q20 Wireless Mouse

Sumber: Rexuszone.id

Wireless mouse murah meriah untuk pekerja kantoran

Jangan sampai kita memuja-muja produk luar lantas melupakan merek bangsa sendiri. Rexus yang belakangan namanya cukup naik daun sebagai brand periferal gaming ini juga memproduksi wireless mouse berkualitas yang patut dicoba. Meski lebih dikenal sebagai brand gaming, kali ini kami merekomendasikan wireless mouse mereka yang non-gaming.

Rexus Q20 dirancang khusus untuk mendukung pekerja kantoran yang sibuk ke sana kemari. Ukurannya kecil, mudah ditaruh dalam tas. Sedangkan kapabilitasnya didukung sensor yang presisi dan hemat daya. Uniknya, DPI mouse ini bisa diatur dalam tiga tingkatan dengan maksimal 1.600 DPI. Fitur ini jarang dapat ditemukan pada wireless mouse non-gaming, apalagi yang harganya di bawah 100 ribu.

6 Alasan untuk Membeli Produk:

  • Tombol klik hening dan awet, mencapai 3 juta klik.
  • Dongle-nya sudah pakai nano receiver berukuran kecil.
  • Bobot ringan, nyaman ditaruh saku.
  • Cuma butuh satu baterai AA.
  • Tingkat DPI bisa diganti sesuai keperluan.
  • Desain simpel dan elegan.

3 Pertimbangan sebelum Membeli Produk:

  • Tombol klik agak keras.
  • Cukup bikin pegal setelah digunakan lama.
  • Meski berbentuk ambidextrous, tidak bisa digunakan orang kidal karena fungsi tombol yang tak bisa dikostumisasi.
Tipe koneksi RF 2.4 GHz
Baterai 1 x AA (non-rechargeable)
Resolusi sensor 800, 1.200, 1.600 DPI
Kisaran harga Rp50.000

Tabel Perbandingan Wireless Mouse

Kesimpulan

Apakah Anda sudah tahu wireless mouse seperti apa yang cocok buat Anda? Agar lebih mudah, sembari browsing produk, Anda dapat mencocokkan spesifikasinya dengan kriteria yang kami jabarkan di atas. Atau kalau malas mencari-cari lagi, Anda tinggal pilih salah satu produk rekomendasi kami di atas.

Sederhananya, untuk keperluan gaming Anda bisa buka katalog produk Logitech dan Razer terlebih dulu. Sedangkan untuk yang non-gaming, bisa mulai dari Logitech. Kalau tak ada yang cocok, baru pertimbangkan merek besar lainnya seperti Corsair, Asus, BenQ Zowie, dan seterusnya. Mudahan-mudahan Anda segera menemukan wireless mouse terbaik untuk Anda, ya!

Sanofi IA x PickyBest

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *